Mendagri Sebut Presiden Dukung Tradisi Meugang dengan Bantuan Sapi untuk Aceh

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:19:42 WIB
Mendagri Sebut Presiden Dukung Tradisi Meugang dengan Bantuan Sapi untuk Aceh

JAKARTA - Pemerintah pusat menunjukkan perhatian terhadap pemulihan sosial masyarakat Aceh menjelang bulan suci Ramadhan. 

Presiden Prabowo Subianto berencana memberikan bantuan berupa sapi atau daging kepada warga Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tradisi meugang yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam forum resmi bersama para pemangku kepentingan daerah. Pemerintah menilai tradisi meugang memiliki nilai sosial dan budaya yang penting. Oleh karena itu, dukungan negara dianggap relevan di tengah proses pemulihan pascabencana.

Bantuan ini juga dipandang sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Selain pemulihan fisik, pemerintah ingin memastikan aspek sosial tetap terjaga. Tradisi keagamaan dan budaya lokal menjadi bagian penting dari ketahanan masyarakat.

Perhatian Presiden terhadap Kearifan Lokal

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan yang direncanakan Presiden bersifat khusus dan menyesuaikan kearifan lokal Aceh. Bantuan tersebut berupa sapi atau daging yang akan digunakan untuk tradisi meugang. Tradisi ini biasa dilakukan masyarakat Aceh menjelang Ramadhan.

“Di Aceh ada tradisi meugang, tradisi sebelum Ramadhan mereka akan menyantap daging sapi, kerbau, atau kambing,” kata Tito. Pernyataan ini menegaskan bahwa bantuan tidak sekadar bersifat konsumtif. Bantuan tersebut juga menjadi simbol kepedulian negara terhadap nilai budaya masyarakat.

Pemerintah menilai pendekatan berbasis budaya mampu memberikan dampak psikologis yang positif. Masyarakat diharapkan merasa diperhatikan secara utuh. Hal ini penting untuk memperkuat semangat kebersamaan pascabencana.

Latar Belakang Usulan Bantuan

Gagasan pemberian bantuan untuk tradisi meugang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke Aceh Tamiang. Presiden disebut merespons positif gagasan tersebut.

“Dan sepertinya bapak presiden berkeinginan untuk memberikan bantuan semacam bantuan presiden seperti kerbau atau sapi untuk masyarakat,” ujar Tito. Respons tersebut membuka peluang realisasi bantuan dalam waktu dekat. Masyarakat Aceh diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.

Usulan ini muncul di tengah upaya pemulihan daerah terdampak bencana. Pemerintah daerah menilai dukungan sosial sangat dibutuhkan. Bantuan berbasis tradisi dianggap mampu menjaga stabilitas sosial masyarakat.

Budaya dalam Pemulihan Pascabencana

Dalam penanganan pascabencana, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Rehabilitasi rumah, infrastruktur, dan fasilitas ibadah tetap menjadi prioritas. Namun, aspek sosial dan budaya juga mendapat perhatian serius.

Menurut Tito, tradisi meugang memiliki makna kebersamaan yang sangat kuat. Momentum ini mempererat hubungan keluarga dan kerabat menjelang hari besar keagamaan. Oleh karena itu, keberlangsungannya perlu dijaga, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Saya kira ini akan membuat masyarakat merasa bergembira karena dukungan langsung presiden,” ungkap Tito. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat. Pemerintah ingin kehadirannya dirasakan secara nyata oleh warga.

Makna Tradisi Meugang bagi Masyarakat

Tradisi meugang merupakan kebiasaan masyarakat Aceh menjelang hari besar Islam. Tradisi ini dilakukan satu hingga dua hari sebelum Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Masyarakat memotong hewan ternak dan menyantap daging bersama keluarga.

Hewan yang dipotong biasanya berupa sapi, kerbau, atau kambing. Daging tersebut kemudian dimasak dan dinikmati bersama sebagai simbol syukur. Kebersamaan menjadi inti dari pelaksanaan tradisi ini.

Meugang bukan sekadar kegiatan konsumsi semata. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Aceh.

Harapan dan Dampak Sosial

Bantuan sapi atau daging dari Presiden diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Terutama bagi warga yang masih terdampak bencana dan mengalami keterbatasan ekonomi. Tradisi meugang dapat tetap terlaksana dengan layak.

Pemerintah berharap kebijakan ini memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Dukungan terhadap budaya lokal juga mempertegas kehadiran negara. Masyarakat diharapkan menyambut Ramadhan dengan perasaan aman dan bahagia.

Melalui pendekatan sosial dan budaya, pemerintah berupaya menciptakan pemulihan yang menyeluruh. Tradisi tetap terjaga, kehidupan sosial kembali bergairah. Aceh diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan penuh optimisme dan kekuatan bersama.

Terkini